Maret 2009


Menikmati Lezatnya Kritik&Hinaan

Dan janganlah engkau berduka karena perkataan mereka.

Sesungguhnya kekuasaan itu seluruhnya adalah milik Allah.

Dialah Yang Maha Mendengar Lagi Maha Mengetahui ( Q.S. Yunus.65 )

 

Bergaul dengan manusia memang tidak seindah mimpi tentang serombongan orang yang pergi bersama-sama dan makan bersama. Kemudian saling tolong menolong dengan penuh kasih mengasihi serta cerita yang menyenangkan lainnya.

 

Bergaul dengan manusia memang tidak selamanya menyenangkan, terkadang juga menjengkelkan bahkan sangat menyakitkan. Tidak selamanya apa yang dilakukan orang lain itu dapat cocok atau sesuai dengan yang kita harapkan, tapi sebaliknya terkadang apa yang dilakukan orang lain justru tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan.

Sebagai contoh, tidak jarang kita mengalami kritik, celaan bahkan hinaan dari orang lain, atau sebaliknya kitalah yang mengkritik, mencela dan menghina orang lain. Kejadian seperti ini merupakan salah satu episode hidup yang sulit dihindari selurus dan sebaik apapun kita berusaha menjalani hidup ini, nampaknya akan selalu ada kritik, celaan dan hinaan.

 

Bagi orang yang tipis iman dan lemah ilmunya, seringkali dia akan mudah goyah dan tersiksa apabila dia mengalami kritik ataupun hinaan dari orang lain ataupun sebaliknya ia begitu mudah dan “kreatif” dalam melihat dan mengomentari kekurangan orang lain.

 

Dia cenderung lebih sibuk membela diri, mencari dalih alasan untuk menutupi kekurangan dirinya. Tidak cukup sampai disitu, dia juga berusaha melakukan pembalasan dengan mengorek aib dan kekurangan orang yang dianggap lawannya tersebut, lalu mengumbar dan menyebarluaskan kepada orang-orang disekitarnya, padahal Jelaslah bahwa salah satu ciri orang yang tipis iman dan lemah ilmu akibat penyakit didalam qolbunya adalah ketika orang tersebut tidak mampu melihat dan mengakui dengan jujur tentang kekurangan dirinya, dia merasa “terganggu” bahkan “tersiksa” apabila ada kritik, celaan, dan hinaan yang menimpa dirinya. Namun sebaliknya, dia merasa “nyaman” dan “puas”, ketika kritik, hinaan dan celaan itu ditimpakan kepada orang lain.

 

Berbeda dengan orang yang mendapatkan pertolongan Alloh SWT dengan memiliki kejernihan hati dan ketinggian akhlaq. Dia tidak pernah terguncang dan cemas ketika badai kritik, celaan dan hinaan datang menghantam dirinya, dia malah semakin larut menikmati kelezatan dekat dengan Alloh SWT. Karena dia sadar betul bahwa semua yang terjadi, kritik, cacian dan hinaan yang dilakukan orang lain terhadap dirinya adalah semata-mata karena kehendak Alloh Azza Wa Jalla.

 

Dia juga menyadari bahwa hanya Alloh Yang Maha Mengetahui atas segala aib dan kekurangan dirinya dan tentu Alloh pula yang berkenan memberitahukannya dengan cara apa saja, kapan saja dan melaui siapa saja yang Dia kehendaki. Terkadang Alloh SWT menyampaikan pesan tentang kelemahan kita melalui saran yang bijak dari seorang sahabat, nasihat yang disampaikan oleh orang tua atau bisa juga beupa cacian dan hinaan yang terasa menyakitkan. Hanya Alloh Yang Maha Berkehendak, sedikitpun tak dapat tertolak.

 

Yang pasti, dia yakin bahwa Alloh SWT tidak akan membiarkan para hambaNya yang ahli ibadah tertekan oleh perbuatan orang-orang yang dzolim. Alloh hanya ingin mengetahui betapa besar kesabaran dan ketabahan hamba-hambaNya lalu mengangkat derajat hambaNya tersebut, sebagaimana dalam firmanNya:

 

“Orang-orang yang sabar dalam menghadapi kesempitan, kesulitan ataupun saat berperang. Mereka itulah orang-orang yang benar imannya, dan merekalah sesungguhnya orang yang bertakwa” (QS. Al-Baqarah :177).

 

Karena itu jangan heran apabila kita dapat menyaksikan ada orang-orang yang ketika dicaci dan dihina tidak pernah menunjukkan perasaan sakit hati dan kecewa. Sebaliknya, mereka malah bersikap penuh ketenangan, penuh kemulyaan, memaafkan bahkan menebarkan doa kepada orang yang tidak menyukainya sebagai tanda terima kasih atas pemberitahuan aib yang selama ini tidak terlihat oleh dirinya sendiri.

 

Saudaraku, seandainya kita masih merasa “terganggu ataupun tersiksa” ketika ada kekurangan atau aib kita yang disampaikan orang lain dalam bentuk kritik dan hinaan atau mungkin kita merasakan ada “kenikmatan tersendiri” ketika mengetahui dan membuka aib orang lain. Maka sadarilah, berarti saat ini kita belum memiliki kejernihan hati dalam menyikapi setiap kejadian yang Alloh timpakan kepada kita, bahkan bisa jadi hati kita telah mati karena tidak ada lagi tempat dalam diri kita untuk mengakui dan menerima cahaya kebenaran. Na’udzubillah…

 

Oleh karena itu, mulai saat ini nikmatilah setiap, kritik, cacian dan hinaan yang kita terima sebagai bagian dan pelengkap kasih sayang Alloh kepada kita. Sadarilah bahwa setiap kejadian apapun merupakan seijin Alloh. Sedahsyat apapun badai cacian dan hinaan yang datang, tidak pernah merontokkkan kemulyaan kita andaikata Alloh menghendaki terpeliharanya kemulyaan hambaNya.

 

Begitupun sebaliknya, sehebat apapun kita berusaha membela diri dan menutupi aib kita, maka kita tidak akan pernah kuasa andaikan Alloh membukakan aib tersebut dengan jalan yang Dia kehendaki.

Kitapun harus mulai belajar sibuk introspeksi dan memperbaiki diri, karena kalau mau jujur sebetulnya cacian dan hinaan yang ditujukan orang lain kepada kita itu tidak sebanding dengan kehinaan dan kebusukan kita yang sesungguhnya.

Sekalipun kita dihargai dan dihormati orang lain, sesungguhnya itupun bukan karena kemulyaan kita tapi lebih karena pertolongan Alloh SWT yang masih menutupi aib-aib kita.

 

Selanjutnya kita pun harus memperbanyak mohon ampunan dan pertolongan Alloh, karena apa yang kita terima itu sebanding dengan apa yang pernah kita lakukan. Kebaikan ataukah keburukan yang pernah kita lakukan itu akan kembali kepada kita. Berbaik sangkalah kepada Alloh SWT, karena bisa jadi dengan kritik, cacian dan hinan itulah Alloh akan mengangkat derajat kita untuk dapat merasakan betapa indah dan lezatnya dekat dengan Alloh SWT.

 

Wallahu `alam Bishowaab

  

 

Penulis adalah Pimpinan Ponpes Qolbun Saliim

 

 

 

 

Seorang pejuang Sejati ..

Tidak mengenal kata akhir dalam perjuangannya

Dia tidak memerlukan gemuruh Tepuk tangan

Dia juga tidak akan lemah karena cacian&dan hinaan

Dan tidak bangga dengan penghargaan…

 

 

Pimpinan Ponpes Daarut Tauhid

K.H. Abdullah Gymnastiar 

Iklan

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!